Tips memilih pupuk organik padat

Selamat Datang
di
Maulana Says Green 3

Pupuk Organik Padat


Para sobat pembaca sekalian, pupuk merupakan salah satu unsur terpenting dalam budidaya tanaman baik itu penggunaan pada awal penanaman dan saat perawatan. Pemilihan pupuk organik padat sebagai media tanam merupakan salah satu unsur terpenting dalam budidya tanaman, dengan media tanaman yang baik maka proses pertumbuhan dari tanaman pun akan baik pula. Terkadang kita salah dalam memilih pupuk organik padat yang akan digunakan untuk menanam, hal ini akan berakibat pada lamanya proses pertumbuhan, penurunan jumlah kualitas dan mudahnya tanaman terserang penyakit. Untuk menanggulangi hal tersebut kita bisa mengantisipasinya dengan cara memilih pupuk organik padat dengan baik dan benar. Maulana Says Green 3 kali ini akan berbagi tips cara memilih pupuk organik pada yang benar.
Berikut adalah tips memilih pupuk organik padat :

1. Warna pupuk oranik padat kehitam-hitaman
Pupuk organik padat yang baik memiliki warna kehitam-hitaman seperti warna humus, warna hitam pada pupuk organik padat menandakan bahwa pupuk tersebut telah benar-benar matang. Apabila warna pupuk organik padat tersebut masih dalam keadaan coklat atau kehijau-hijauan maka menandakan proses fermentasi pada pupuk tersebut belum sempurna. Perlu kita waspadai untuk warna pupuk yang kurang matang , karena terkadang ada produsen pupuk yang mencampur pupuk dengan karbon agar warna pupuk menjadi hitam.Untuk tes apakah pupuk tersebut mengandung karbon atau tidak bisa mengaduknya dengan air, apabila air berubah menjadi hitam maka pupuk tersebut mengandung karbon.

Pupuk Organik Padat

2. Aroma pupuk organik padat
Pupuk organik padat yang baik memiliki aroma yang khas yaitu bau seperti tanah, hal ini menandakan proses fermentasi telah berjalan dengan sempurna hingga akhir. Kita harus melakukan pengecekan terlebih dahulu sebelum menggunakannya ke tanah, apabila aroma masih berbau seperti kotoran maka sebaiknya jangan digunakan terlebih dahulu karena fermentasi belum selesai dan hal ini akan berdampak pada proses fermentasi lanjutan di dalam tanah.


3. Bergumpal
Pupuk organik padat yang baik adalah pupuk yang mudah bergumpal apabila kita beri air dan kita remas dengan kuat maka pupuk tersebut akan menggumpal dan tidak pecah. Walaupun mudah menggumpal, pupuk padat juga dapat mengurai dengan mudah. 

4. Suhu pupuk organik padat
Suhu pupuk organik padat yang baik ketika sudah matang memiliki suhu yang rendah dan stabil (tidak mudah berubah-ubah). Apabila kita ingin melakukan tes apakah suhu pupuk sudah dalam kondisi rendah atau tidak maka kita dapat memasukan tangan kita dalam karung pupuk padat tersebut , apabila tangan kita terasa dingin maka pupuk organik tersebut baik untuk diberikan pada tanaman. suhu yang rendah pada pupuk organik padat menandakan bahwa pupuk tersebut sudah matang secara sempurna, karena apabila belum matang maka suhu akan tinggi (hangat).
Pupuk Organik Padat
5. Tes kelembaban pupuk organik padat
Kita dapat melakukan tes secara sederhana untuk mengetahui apakah pupuk tersebut sudah matang sempurna dan cocok untuk tanaman atau tidak. Hal yang perlu kita lakukan adalah dengan cara memasukan pupuk organik padat dalam kantong plastik yang hampa udara, ketika memasukan pupuk padat harus dalam keadaan lembab. Setelah itu tutup rapat plastik tersebut jangan sampai ada udara yang masuk, diamkan selama satu minggu di suhu kamar. Apabila setelah satu minggu pupuk organik padat bentuknya masih baik dan aroma tetap seperti tanah, maka pupuk tersebut sudah matang.
6. Mudah terurai
Pupuk organik padat yang baik adalah pupuk yang mudah terurai dan tidak terlalu keras, karena hal ini untuk memudahkan masuknya air dalam tanah sehingga tidak ada penampungan air yang berlebih di tanah. Pupuk yang mudah terurai akan mudah terserap oleh tanah dan akar tanaman. Apabila terlalu keras dan tidak mudah teruari akan sulit memindahkan nutrisi dari pupuk ke tanamannya.
 

7. Kandungan pH
Pupuk organik padat yang baik untuk tanaman merupakan pupuk yang mengandung ph yang netral , tidak terlalu basa ataupun tidak terlalu asam. kita dapat mengukur kandungan pH dengan pH meter apabila masih dibawah pH atau diatas pH netral maka kita sebaiknya membuat pupuk tersebut ke keadaan netral.
pH meter
Itu adalah beberapa tips dari MSG 3 memilih pupuk organik padat yang baik dan benar.
Apabila ada kekurangan kami mohon maaf, untuk mendapatkan informasi tentang pertanian maka ikuti terus website kami. Jika anda ingin bertanya atau memberi tips bisa langsung tulis di kolom komentar atau bisa langsung hubungi kami (cek di bagian kontak kami)

--TERIMAKASIH--
Previous
Next Post »