7 Panduan Budidaya Bawang Merah

Bawang merah
Agribisnismsg3.com-Bawang merah (Allium cepa L. var. aggregatum) merupakan tanaman yang menjadi bumbu berbagai macam jenis makanan yang ada di Asia tenggara dan beberapa negara di dunia. Tanaman ini dibudidayakan di daerah dingin, sub-tropis maupun tropis. Umbi bawang meraj dapat dimakan mentah untuk bumbu masak, obat tradisional, acar, dan kulit umbinya dapat dijadikan zat pewarna serta daunnya dapat digunakan untuk campuran sayur. Sebagai petani bawang merah sebelum melakukan budidaya bawang merah ada hal-hal yang perlu diperhatikan yaitu :

Sumber : Google
1. Pemilihan Benih
Varietas benih bawang merah cukup banyak di Indonesia, ada benih lokal maupun impor. Pemilihan benih bawang merah yang baik perlu memperhatikan beberapa hal seperti benih yang akan ditanam sebaiknya benih yang sudah disimpah selama 2-3 bulan dan berasal dari tanaman yang dipanen pada umur 70-90 hari. Hal ini karena pada usia tersebut benih memiliki titik tumbuh akar. Umbi yang akan ditanam untuk benih juga harus sehat dengan ciri-ciri tidak berkerut, warna cerah dan tidak ada warna hitam, warna hitam karena mengindikasikan adanya penyakit yang disebabkan oleh jamur. Untuk benih bawang merah jangan gunakan umbi yang terlalu kecil karena akan menghambat pertumbuhan, umbi yang digunakan harus umbi yang berukuran seragam untuk menjaga kesamaan pada saat panen.
Sebelum melakukan tanam lakukan pemotongan umbi 1/3 bagian panjang umbi dan bersihkan dari kulit luar yang kering serta buang sisa-sisa akar. Tujuannya adalah untuk pertumbuhan yang merata dan merangsang pertumbuhan bawang tersebut. Perkiraan untuk satu hektar tanah membutuhkan 800-900 kg benih.

2. Waktu tanam dan Pengolahan lahan
Dalam melakukan budidaya bawang merah proses penanaman merupakan hal yang harus diperhatikan karena akan berpengaruh ke depannya. Hal yang perlu diperhatikan pertama kali adalah waktu tanam, waktu tanam yang ideal adalah pada saat musim kemarau namun perlu diperhatikan juga saluran irigasi yang baik karena budidaya bawang merah membutuhkan banyak air selama proses budidaya. Jangan lakukan penanaman pada saat masa peralihan musim karena akan berakibat pada daun tanman rusak dan ujung daun terbakar. Pada saat berkabut juga tidak baik karena udara kabu akan menimbulkan jamur pada tanaman bawang merah.
Persiapan pengolahan lahan, berfungsi untuk melonggarkan tanah dan menggemburkan tanah serta menghilangkan gulma. Pengolahan lahan dilakukan beberapa minggu sebelum melakukan penanaman, caranya dengan mencangkul tanah atau menggunakan traktor. Pengolahan lahan dengan cara membuat saluran irigasi yang menempatkan parit antara tanggul dan bedengan. Fungsi parit untuk aliran air dan tempat membuang air yang berlebihan. Lentang tanggul 100-120 cm lebar tanggul atau bedengan. parit berukuran sedang dengan kedalaman sekitar 30-35 cm lebar 30¬40 cm. Untuk bedengan panjang dan parit panjang tentu saja disesuaikan dengan luas lahan. Pada saat akan proses penanaman tanah persemaian harus diberikan pupuk dasar yaitu pupuk kompos gunanya untuk menambah unsur hara yang ada dalam tanah. 

Sawah Bawang Merah

3. Proses Penanaman Bawang Merah
Tanggul yang sudah disiapkan lalu diberi lubang kecil dengan kedalaman sama seperti ukuran benih bawang merah dengan jarak sekitar 15 cm x 15 cm atau 15 cm x 20 cm. Selanjutnya, umbi tersebut dimasukan kedalam lubang dengan menempatkan ujung di sisi atas. Setelah proses penanaman selesai maka siram pada tiap jalur bedengan yang sudah ditanami. Perlu diperhatikan :  Jangan terlalu dalam menanam benih bawang merah karena akan merusak ujung umbi , karena apabila tanah terlalu tebal akan berakibat pada terhambatnya proses tumbuhnya benih tersebut. 

4. Proses penyimaran dan penyiangan bawnag merah
Proses penyiraman pada budidaya bawang merah harus dilakukan setiap hari pada pagi dan sore hari sampai daun pertama tumbuh. Pada saat umur sudah 50 hari maka penyiraman hanya perlu dilakukan satu hari sekali. Bawang merah perlu dilakukan penyiangan untuk menghilangkan gulma yang ada di sekitar tanaman bawang merah, penyiangan dapat dilakukan dengan tangan atau alat dan penyiangan dilakukan harus hati-hati agar tidak merusak tanaman. Selama pertumbuhan bawang merah penyiangan dilakukan selama dua kali, penyiangan pertama pada saat usia 2-4 minggu dan penyiangan kedua pada saat usia 5-6 minggu.Perlu diperhatikan : Pada saat penyiraman jangan terlalu basah karena akan berdampak pada tanah yang terlalu pada dan mengganggu pertumbuhan tanaman. Proses penyiangan dapat dilakukan sendiri tergantung pada pertumbuhan gulma.
 
5. Proses Pemupukan
Pupuk untuk bawang dapat menggunakan pupuk alami atau buatan. Pemupukan dilakukan dalam dua tahap, yaitu sebelum tanam. dan setelah penanaman. Pemupukan tahap pertama sering menggunakan pupuk kandang atau kornpos sebanyak 10-15 ton per hektar. Tujuan memberikan pupuk alami sebelum penanaman sehingga struktur tanah tidak mudah mengembun. Selain itu, untuk menyuburkan tanah. dan untuk meningkatkan kemampuan tanah untuk mengikat air. Sedang untuk pupuk tambahan diberikan dengan cara mengubur di tanah dengan jarak 10 cm dari tanaman atau tabur antara barisan tanaman.
  
6. Proses Pengendalian Hama dan Penyakit
Jenis hama yang menyerang tanaman bawang merah adalah ngengat dan jamur. Tipe kedua hama ini menyebabkan ujung daun dipotong dan daun terkulai. Ulat media dapat merusak umbi disimpan di gudang. Pencegahan hama dapat dilakukan dengan menggunakan insektisida Bayrusil 250 EC atau Azodrin 15 WSC. Dosis: 2 ml / I air.
Untuk penyakit yang menyerang tanaman bawang merah adalah tempat ungu yang disebabkan oleh jamur. Terlihat gejala penyakit ini adalah adanya bercak putih pada daun abu-abu yang kemudian berubah menjadi cokelat dan kering. Pencegahan penyakit ini dapat dilakukan dengan penyemprotan tanaman bawang merah menggunakan Difolatan 4F.

Proses panen
7.Proses Panen 
Karakteristik tanaman bawang merah yang sudah layak untuk dipanen setelah batang lemah atau runtuh. Hal ini biasanya terjadi pada penanaman setelah 60 sampai 90 hari, tetapi itu semua tergantung pada bidang media. Kemudian karakteristik lainnya adalah bentuk bulat yang hampir sempurna, beberapa sudah terlihat di permukaan tanah. umbi sudah berwarna merah gelap atau keunguan bawang merah dan bau khasnya.
Setelah di panen bawang merah harus di jemur dibawah sinar matahari selama seminggu atau dua minggu, sehingga buah tahan lama. Setelah bawang siap kemudian disimpan dalam karung jerat dengan suhu sekitar 30-33 ° C.

Sumber : wikipedia dan berbagai sumber
 


Previous
Next Post »