Sains dan Teknologi di Bidang Pertanian

Jahe tanam di polybag merupakan sebuah inovasi
Sains dan Teknologi merupakan suatu kesatuan yang saling melengkapi, kita menemukan sesuatu dan akan di aplikasikan melalui teknologi dan dari teknologi akan ditemukan sains baru kemudian kembali lagi ke teknologi begitu seterusnya untuk menjadi lebih baik lagi. Di dunia pertanian pun demikian adanya , sains dan teknologi memilik peran penting untuk mempermudah dan menghasilkan komoditas yang lebih baik lagi. Saat ini pemerintah sedang gencar melakukan perkembangan sains dan teknologi untuk pertanian, hal ini dilakukan untuk membuat pertanian lebih menarik sehingga akan banyak anak muda yang terjun di dunia pertanian. Karena saat ini petani di Indonesia di dominasi oleh kalangan usia di atas 40 tahun. 

Peran kampus untuk menghasilkan sains dan teknologi baru sangat di butuhkan saat ini karena kampus tempat bertemunya sains dan teknologi. Hal ini harus di dukung oleh peran lembaga yang ada di dalam kampus tersebut sehingga saling bersinergi untuk menghasilkan produk yang baik. Melalui sentuhan sains dan teknologi diharapkan pertanian di Indonesia mampu mewujudkan program swasembada pangan dan pertanian organik yang sudah sejak dulu menjadi cita-cita bangsa Indonesia. 
Pengolahan sampah untuk pupuk pertanian merupakan suatu inovasi
Mahasiswa pertanian harus bisa ikut andil dalam hal ini, setelah lulus dari dunia perkuliahan bisa membuat suatu inovasi yang baru untuk dunia pertanian Indonesia. Invoasi tersebut tidak perlu besar atau menakjubkan , yang terpenting adalah beda dan bisa menghasilkan sesuatu yang lebih baik lagi. Berbeda sedikit lebih baik daripada lebih baik" mungkin itu slogan yang cocok untuk inovasi pertanian yang ada di Indonesia. Inovasi tersebut bisa dibidang apa saja dari hulu, budidaya, hilir sampai pemasaran. Contoh inovasi di bidang pertanian dan peternakan yaitu pembuatan kompos yang dulu butuh waktu 2-3 minggu kompos baru jadi, saat ini pembuatan kompos hanya butuh waktu 1-2 hari saja, hal ini bisa menghemat tenaga kerja, waktu dan biaya. Inovasi tersebut pengolahannya menggunakan Formula MSG 3 (Klik disin untuk info lebih lanjut).
Semoga bermanfaat

Terimakasih

MSG 3


Previous
Next Post »

3 komentar

Write komentar
Rahmat Fadhli
AUTHOR
4 August 2017 at 23:22 delete

Benar banget, diharapkan dengan adanya sains dan teknologi di bidang pertanian berkat pengembangan yang dilakukan mahasiswa (tidak hanya pertanian, tapijuga lainnya) bisa dapat meningkatkan produksi pertanian dan meningkatkan kualitas hasil, serta membantu kualitas hidup para petani

Reply
avatar
4 August 2017 at 23:35 delete

iyaa gan betul sekali :D

Reply
avatar
21 August 2017 at 06:01 delete

harus ada keseimbangan pertanian dan teknologi

Reply
avatar