Rotasi Tanaman


Rotasi Tanaman


Rotasi tanaman
adalah praktik penanaman berbagai jenis tanaman secara bergiliran di satu lahan. Rotasi tanaman diketahi memberikan manfaat bagi tanah. Elemen utama dari rotasi tanaman adalah pengembalian nutrisi nitrogen melalui tanaman legum setelah penanaman tumbuhan serealia dan sejenisnya. Rotasi tanaman mencegah terakumulasinya patogen dan hama yang sering menyerang satu spesies saja. Rotasi tanaman juga meningkatkan kualitas struktur tanah dan mempertahankan kesuburan dengan melakukan pergantian antara tanaman berakar dalam dengan tanaman berakar dangkal. Rotasi tanaman merupakan bagian dari polikultur.
Ledakan populasi hama yang menyerang tanaman pertanian sepanjang tahun, berkurangnya kesuburan tanah akibat pengerasan struktur permukaan tanah, hilangnya vegetasi organisme yang bersimbiosis dengan tanaman dan kemampuan serapan air (infiltrasi) oleh tanah. Kejadian tersebut merupakan dampak dari pola budidaya tanaman pertanian yang dilakukan dengan hanya menanam satu jenis tanaman dari famili yang sama sepanjang tahun.Dengan pola budidaya satu jenis tanaman sepanjang tahun, maka akan dibutuhkan aktifitas pertanian yang tidak lagi alami. Bahkan seringkali merusak habitat organisme tanah yang bersimbiosis dalam menjaga dan meningkatkan kesuburan tanah. 
Apabila kita melakukan budidaya satu jenis tanaman sepanjang tahun, maka aktifitas yang mutlak diperlukan meliputi : 

1. Aktifitas kultivasi (pengolahan) lahan pertanian dengan mesin berat
2. Proses pembalikan tanah saat dilakukan pembajakan
3.Penggunaan bahan kimia sintetis kedalam sistem

Akibatnya setelah panen tanah akan menjadi kering dan mengeras karena terjadi penguapan air serta terjadi proses penggaraman yang diakibatkan oleh penggunaan pupuk kimia sintetis sumber nitrogen dan phospor secara terus menerus. Tidak adanya cover crop (tanaman penutup tanah) maupun mulsa (sisa tanaman) yang menutupi permukaan tanah menyebabkan penguapan air di permukaan tanah. Bakteri, jamur, nematoda dan serangga yang berbahaya bagi tanaman akan tumbuh serta berkembang biak dengan sangat cepat. Hal tersebut dikarenakan kondisi lingkungan tidak lagi cocok untuk organisme yang bersimbiosis dengan tanaman.

Sistem Rotasi tanaman ini memiliki manfaat bagi petani, antara lain :

1. Membantu mengendalikan hama penyakit
2. Membantu menjaga kesuburan tanah
3. Membantu menjaga kadar organik dalam tanah dan struktur tanah
4. Memastikan nutrisi bagi tanaman berbeda selalu tercukupi setiap tahunnya
5. Mengurangi pencemaran lingkungan


Previous
Next Post »