Manfaat Pengolahan Kohe menjadi Kompos untuk hewan ternak

Kompos dari kohe sapi
Berdasarkan beberapa penelitian yang telah dilakukan tercatat bahwa satu ekor sapi menghasilkan kotoran rata-rata 10-25 kg/hari. Apabila dalam satu kandang kolektif dipelihara sebanyak 100 ekor sapi maka kotoran yang dapat dikumpulkan adalah 2.500 kg. Namun sampai saat ini kotoran sapi yang dihasilkan umumnya dibuang ke saluran air.

Keengganan peternak untuk memproses kotoran ternak menjadi kompos disebabkan oleh lama waktu yang dibutuhkan selama proses pengomposan lebih kurang 2 bulan. Namun dengan adanya berbagai teknologi, kotoran ternak dapat didekomposisi menjadi kompos dalam waktu yang lebih singkat.

Proses pembuatan kompos dapat dipersingkat hanya 1 atau 2 HARI saja menggunakan bakteri aktivator Formula MSG 3, dengan waktu yang relatif singkat maka kotoran sapi dapat diolah secara berkelanjutan dan dapat menghemat tenaga kerja serta waktu.
Ada beberapa keuntungan yang di peroleh dari upaya memanfaatkan kotoran hewan untuk dijadikan kompos, 

  • Kandang menjadi lebih bersih dan sehat sehingga akan berdampak pada kesehatan ternak
  • Kotoran yang dikumpulkan mengurangi pencemaran lingkungan, 
  • Mengurangi populasi lalat di sekitar kandang sehingga ternak dapat beraktivitas dengan nyaman,
  • Pembuatan pupuk organik tidak terlepas dari proses pengomposan yang diakibatkan oleh mikroba yang berperan sebagai pengurai atau dekomposisi berbagai limbah organik yang dijadikan bahan pembuat kompos, Formula MSG 3 merupakan salah satu bakteri pengomposan tercepat di Indonesia 
  • Secara langsung kompos digunakan untuk lahan pertanian atau dapat dijual. 
  • Kandang yang bersih membuat hewan nyaman sehingga pertumbuhan daging dan susu dapat optimal

Info lebih lanjut hubungi wa 0822 9900 3499


Formula MSG 3


#kotoranternak #kotoransapi #kotoranhewan #kompos #formulamsg3 #msg3 #pengomposantercepat #indonesia #peternaksapi #sapi #peternakan #agribisnis_msg3 #pengomposan #bakteriaktivator #komposorganik
Previous
Next Post »