Pembuatan Kompos dari Ampas Kopi

Kompos dari ampas kopi 

Saat ini industri kopi sedang populer di Indonesia, hampir di setiap daerah ada cafe untuk menikmati kopi. Hal tersebut didasari dengan banyaknya penikmat kopi di negeri penghasil kopi terbesar ke -4 di dunia. Banyaknya penikmat kopi maka memunculkan banyak pula ampas kopi yang dihasilkan. Ampas kopi sudah banyak digunakan untuk kebutuhan kecantikan yaitu sebagai face mask.Selain itu, ampas kopi juga dapat digunakan sebagai pupuk organik untuk tanaman. 

Penggunaan ampas kopi untuk pupuk organik sudah banyak digunakan di luar negeri, namun di Indonesia masih jarang. Salah satu kota yang memanfaatkan ampas kopi yaitu kota tangerang, dinas lingkungan hidup kota tangerang bekerja sama dengan kedai kopi untuk mengolah ampasnya menjadi pupuk kompos. 

Menurut The Coffe Ground, pengolahan ampas kopi yang berdiri sejak 2010 di Austin, Texas, AS pernah menghitung rata-rata 20 gram ampas kopi dibuang tiap satu cangkir. 20 gram tidka begitu banyak, namun jika ada 5.000 cangkir dari suatu wilayah maka akan didapatkan 100 kilogram ampas kopi. 

Kandungan ampas kopi untuk pupuk 

Kandungan nutrisi pada ampas kopi sangat membantu dalam pengomposan karena mempunyai pH rendah sekitar (6,2-6,9 pH) sehingga ampas kopi dapat digunakan sebagai pupuk organik tanaman, sebagai berikut kandungan pada ampas kopi. 

Zat Terkandung         Kandungan
pH                               6,9-6,2
Nitrogen                      2,28%
Fosfor                          0,06%
Kalium                         0,6%
Kandungan ampas kopi yang begitu banyak mempunyai manfaat dan fungsi tersendiri bagi pertumbuhan tanaman. Peranan utama nitrogen (N) bagi tanaman adalah untuk merangsang pertumbuhan secara keseluruhan, khususnya batang, cabang, dan daun. Selain itu, nitrogen pun berperan penting dalam pembentukan hijau daun yang sangat berguna dalam proses fotosintesis. Fungsi lainnya ialah membentuk protein, lemak, dan berbagai persenyawaan organik lainnya. 

Unsur fosfor (P) bagi tanaman berguna untuk merangsang pertumbuhan akar, khususnya akar benih dan tanaman muda. Selain itu, fosfor berfungsi sebagai bahan mentah untuk pembentukan sejumlah protein tertentu; membantu asimilasi dan pernapasan; serta mempercepat pembungaan, perangsangan biji, dan buah. 

Fungsi utama Kalium (K) ialah membantu pembentukan protein dan karbohidrat. Kalium pun berperan dalam memperkuat tubuh tanaman agar daun, bunga, dan buah tidak mudah gugur. Yang tidak bisa dilupakan ialah Kalium pun merupakan sumber kekuatan bagi tanaman dalam menghadapi kekeringan dan penyakit. 




Cara membuat pupuk kompos dari ampas kopi (kapasitas 25 kg)

A. Peralatan
1. Box atau ember untuk media fermentasi
2. Ember untuk pembuatan aktivator
3. Alat pengaduk

B. Bahan-bahan

1. Ampas kopi 12.5 kg
2. Limbah dedaunan atau limbah makanan 12.5 kg
3. Sekam (tidak harus) 2.5 kg
4. Bakteri aktivator (EM 3) 10 ml
5. Dedak atau bekatul 2 kg
6. Phokot atau gula pasir (100 gram dilarutkan dalam 1 liter air)
7. Air 3 liter

C. Cara pembuatan

1. Campurkan ampas kopi 12.5 kg, limbah dedaunan atau limbah makanan 12.5 kg, sekam padi 2.5 kg, dedak atau bekatul 2 kg aduk sampai merata. 
2. Larutkan Em 3 10 ml,gula yang sudah larut, dan air ke dalam ember, aduk merata sampai tercampur 
3. Masukan sebagian ampas kopi, limbah dedaunan atau limbah makanan, sekam padi, dedak yang sudah tercampur merata ke ember fermentasi. 
4. Semprotkan larutan yang sudah dibuat ke media yang akan dijadikan kompos. 
5. Ulangi langkah 3 dan 4 sampai limbah sudah masuk semua ke dalam ember fermentasi. 
6. Setelah selesai, tutup rapat ember lalu diamkan selama 3-4 hari 
7. Pada hari ke-dua dan ke-tiga kompos mengeluarkan panas, sehingga setiap harinya harus di aduk atau dibolak balik 
8. Pada hari ke empat kompos tidak mengeluarkan panas lagi, apabila dibuka akan ditumbuhi jamur warna putih dan dipegang terasa hangat. Kompos sudah dapat digunakan tetapi masih belum halus 
9. Untuk menghancurkan supaya halus diamkan selama 14-21 hari, selama proses penghancuran kompos dibolak balik setiap 4 hari sekali. 

Bakteri EM 3

Previous
Next Post »