CONTOH PERTANIAN ORGANIK │ KOMPOS, PESTISIDA NABATI, PUPUK ORGANIK CAIR (MSG 3)

Pengertian dan Prinsip Pertanian Organik

Pertanian organik adalah suatu rangkaian dalam sistem produksi pertanaman yang berdasarkan daur ulang hara secara hayati, terutama mempergunakan strategi pemindahan hara secara cepat dari sisa tanaman, pupuk kompos menjadi biomassa tanah yang selanjutnya akan mengalami proses mineralisasi dan berakhir menjadi hara dalam tanah.

Dengan kata lain dalam pertanian organik terjadi daur ulang unsur hara melalui satu atau lebih tahapan bentuk senyawa organik sebelum diserap tanaman.

Pengolahan pertanian organik didasarkan pada prinsip kesehatan, ekologi, keadilan, dan perlindungan. 

Yang dimaksud dengan prinsip kesehatan dalam pertanian organik adalah kegiatan pertanian harus memperhatikan kelestarian dan peningkatan kesehatan tanah, tanaman, hewan, bumi, dan manusia sebagai satu kesatuan karena semua komponen tersebut saling berhubungan dan tidak terpisahkan. 

Pertanian organik juga harus didasarkan pada siklus dan sistem ekologi kehidupan. Pertanian organik juga harus memperhatikan keadilan baik antarmanusia maupun dengan makhluk hidup lain di lingkungan. 

Untuk mencapai pertanian organik yang baik perlu dilakukan pengelolaan yang berhati-hati dan bertanggungjawab melindungi kesehatan dan kesejahteraan manusia baik pada masa kini maupun pada masa depan.

Contoh Pertanian Organik

1. Kompos

Contoh pertanian organik adalah penggunaan kompos sebagai pemanfaatan limbah untuk meningkatkan kesuburan tanah dan mengantikan posisi pupuk kimia yang biasanya banyak dipakai oleh petani dalam proses pertanian konvensional untuk memenuhi kebutuhan hara pada tanaman.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), definisi kompos adalah pupuk campuran yang terdiri atas bahan organik (seperti daun dan jerami yang membusuk) dan kotoran hewan.

Pengertian kompos menurut Wield (2014) merupakan pupuk alami (organik) yang dapat dibuat dari bahan-bahan hijau dan bahan organik lainnya yang ditambahkan dengan sengaja sehingga proses pembusukan akan lebih cepat.

Hasil dekomposisi atau fermentasi bahan-bahan organik seperti sisa hewan, tanaman, dan limbah organik lainnya dapat menghasilkan kompos yang dimanfaatkan untuk memperbaiki struktur tanah, memperbaiki kehidupan mikroorganisme dalam tanah, menambah daya ikat air terhadap tanah, dan memperbaiki sifat-sifat tanah lainnya.

Pupuk kompos mengandung unsur-unsur hara mineral yang baik untuk tanaman serta meningkatkan bahan organik dalam tanah. Pembuatan pupuk ini pun dapat dibuat sendiri dengan memanfaatkan bahan-bahan organik yang mudah didapatkan dengan harga pembuatan yang relatif murah.

Pemanfaatan limbah-limbah pertanian atau sampah organik untuk bahan baku pembuatan pupuk ini sangat menguntungkan dengan tidak adanya modal yang besar untuk pembuatannya.

Baca juga :

2. Pestisida Nabati

Penggunaan pestisida nabati dalam proses pertanian menjadi salah satu contoh penerapan pertanian organik. Pestisida yang banyak beredar dipasaran mengandung zat kimia yang dapat merugikan lingkungan sedangkan pada pertanian organik pestisida kimia yang sering digunakan diganti menjadi pestisida nabati yang lebih ramah lingkungan.

Pestisida nabati berasal dari ekstrak tanaman dengan kandungan  bahan aktif yang dapat digunakan untuk mengendalikan serangan hama dan infeksi penyakit pada tanaman.

Sebagai salah satu contoh bahan dalam pertanian organik, pestisida nabati juga memiliki keuntungan diantaranya harganya lebih ekonomis dibandingan dengan pestisida kimia bahkan dapat dibuat secara mandiri oleh petani sehingga biaya produksi dapat lebih rendah.

Kemudian pengaplikasian pestisida nabati tidak akan meninggalkan residu merugikan pada produk tanaman sehingga produk tersebut tetap aman dikonsumsi.

3. Pupuk Organik Cair

Pupuk organik cair merupakan salah satu bentuk pertanian organik yang telah dikenal masyarakat. 

Berbeda dengan kompos, pupuk organik cair merupakan bentuk pemanfaatkan berbagai macam limbah organik mulai dari limbah dapur seperti limbah sayuran, buah dan lain-lain yang dicampurkan menjadi satu. 

Kemudian untuk proses penguraian menggunakan bakteri probiotik yang bertugas sebagai pengurai sehingga dihasilkan cairan pupuk setelah ditunggu beberapa minggu.

Pupuk cair lebih dikenal sebagai pemanfaatan limbah di lingkungan yang secara tidak langsung dapat turut membantu melestarikan lingkungan dan diaplikasikan dalam proses pertanian organik.

Kelebihan dari pupuk organic ini adalah dapat secara cepat mengatasi defesiensi hara, tidak masalah dalam pencucian hara, dan mampu menyediakan hara secara cepat. Dibandingkan dengan pupuk cair anorganik, pupuk organic cair umumnya tidak merusak tanah dan tanaman walaupun digunakan sesering mungkin. 

Selain itu, pupuk ini juga memiliki bahan pengikat, sehingga larutan pupuk yamg diberikan ke permukaan tanah bisa langsung digunakan oleh tanaman. Dengan menggunakan pupuk organik cair dapat mengatasi masalah lingkungan dan membantu menjawab kelangkaan dan mahalnya harga pupuk anorganik saat ini.


Produk Pertanian Organik dari Maulana Says Green Three (MSG 3)

Formula MSG 3
Bakteri aktivator dan suplemen untuk Pengomposan 1x24 jam


RANICA (Racikan Organik Cair)
Suplemen untuk hewan ternak dan ikan


PUNICA (Pupuk Organik Cair)
Pupuk organik untuk pertanian dan perkebunan


Untuk info dan pemesanan produk bisa hubungi kami di nomor 0822-9900-3499
Previous
Next Post »