MEMBUAT PUPUK KOMPOS DENGAN BAKTERI AKTIVATOR DARI FORMULA MSG 3

Pengertian Pupuk Kompos

Pupuk Kompos adalah salah satu pupuk organik buatan manusia yang dibuat dari proses pembusukan sisa-sisa bahan organik seperti tanaman maupun hewan. Proses pengomposan dapat berlangsung secara aerobik yaitu melibatkan oksigen dan anaerobik atau tanpa menggunakan osigen di dalam prosesnya.

Proses dekomposisi atau penguraian inilah yang menjadikannya disebut sebagai pupuk kompos. Sedangkan arti dari proses pengomposan adalah proses dimana bahan organik mengalami penguraian secara biologis, khususnya oleh mikroba-mikroba yang memanfaatkan bahan organik sebagai sumber energi.

Membuat kompos berarti mengatur dan mengontrol proses alami tersebut agar kompos dapat terbentuk lebih cepat. Proses ini meliputi membuat campuran bahan yang seimbang, pemberian air yang cukup, pengaturan aerasi, dan penambahan aktivator pengomposan. 

Sebagai pupuk alami, keberadaan kompos terutama sangat dibutuhkan untuk memperbaiki kondisi fisik tanah, di samping untuk menyuplai unsur hara. 

Jenis-jenis Pupuk Kompos

Pengelompokan jenis-jenis pupuk kompos bisa dilihat dari tiga aspek. Pertama, dilihat dari proses pembuatannya, yaitu ada kompos aerob dan anaerob.

Kedua, dilihat dari dekomposernya, ada kompos yang menggunakan mikroorganisme ada juga yang memanfaatkan aktivitas makroorganisme.

Ketiga, dilihat dari bentuknya ada yang berbentuk padat dan ada juga yang cair. Berikut ini beberapa contoh dari jenis-jenis pupuk kompos yang umum dipakai.

1. Pupuk kompos aerob
    Pupuk kompos aerob dibuat melalui proses biokimia yang melibatkan oksigen. Bahan baku utama pembuatan pupuk kompos aerob adalah sisa tanaman, kotoran hewan atau campuran keduanya.
    Proses pembuatannya memakan waktu 40-50 hari, untuk lebih jelasnya silahkan baca cara membuat kompos. Lamanya waktu dekomposisi tergantung dari jenis dekomposer dan bahan baku pupuk.

2. Pupuk bokashi
    Pupuk bokashi merupakan salah satu tipe pupuk kompos anaerob yang paling terkenal. Ciri khas pupuk bokashi terletak pada jenis inokulan yang digunakan sebagai starter-nya, yaitu  efektif mikroorganisme (EM4) .

    Inokulan ini terdiri dari campuran berbagai macam mikroorganisme pilihan yang bisa mendekomposisi bahan organik dengan cepat dan efektif. Untuk mengetahui cara membuatnya, silahkan baca artikel cara membuat pupuk bokashi.

3. Vermikompos
    Vermikompos merupakan salah satu produk kompos yang memanfaatkan makroorganisme sebagai pengurai. Makroorganisme yang digunakan adalah cacing tanah dari jenis Lumbricus atau jenis lainnya.

    Vermikompos dibuat dengan cara memberikan bahan organik sebagai pakan kepada cacing tanah. Kotoran yang dihasilkan cacing tanah inilah yang dinamakan vermikompos. Jenis organisme lain yang bisa digunakan untuk membuat kompos adalah belatung (maggot black soldier fly).

4. Pupuk organik cair
    Pupuk organik cair merupakan pupuk kompos yang dibuat dengan cara pengomposan basah. Prosesnya bisa berlangsung aerob ataupun anaerob. Pupuk organik cair dibuat karena lebih mudah diserap oleh tanaman.

    Dari beberapa praktek, pupuk organik cair lebih efektif diberikan pada daun dibanding pada akar (kecuali pada sistem hidroponik). Penyemprotan pupuk organik cair pada daun harus menggunakan takaran atau dosis yang tepat. Pemberian dosis yang berlebihan akan menyebabkan kelayuan daun dengan cepat.

Formula MSG 3

    Formula MSG 3 merupakan formula aktivator pengurai limbah menjadi kompos dalam waktu singkat, yaitu hanya 1x24 jam (1 hari). Formula MSG 3 diproduksi oleh Maulana Says Green 3 di Brebes, Jawa Tengah. Satu paket Formula MSG 3 terdiri dari 50 gram aktivator dan 50 gram suplemen.

    Pembuatan cairan formula harus dicampur dengan 200 L air kapur. Cairan Formula MSG 3 bekerja dengan sistem aerob, sehingga dalam aplikasinya harus terkena udara dan sinar matahari yang cukup. Satu paket Formula MSG 3 bisa untuk pembuatan 2 ton pupuk kompos.

Kegunaan Formula MSG 3
1. Aktivator pengomposan
2. Pengusir lalat
3. Sterilisasi kandang ternak, kolam, lahan pertanian dan perkebunan
4. Penghilang bau pada sampah dan limbah pertanian

Cara Membuat Pupuk Kompos dengan Formula MSG 3

1. Pembuatan Kompos dari Kotoran Ternak
  • Kotoran ternak diratakan di atas tanah lapang dengan ketebalan 10 cm.
  • Masukan cairan Formula MSG 3 ke gembor atau alat penyemprotan lainnya.
  • Semprotkan atau siramkan cairan Formula MSG 3 secara merata.
  • Jemur sekitar 2-3 jam sampai kering.
  • Apabila sudah kering, balik kotoran ternak dan semprot kembali.
  • Ulangi langkah 3-5 sampai media berubah warna dan bau hilang.
2. Pembuatan Kompos dari Jerami
    Jerami yang akan dibuat kompos terlebih dahulu dibusukkan dengan cara direndam air selama 2 minggu di sawah atau untuk pakan ternak dan besok pagi menjadi kotoran kemudian bisa dibuat kompos sesuai dengan pembuatan kompos dari kotoran ternak.
  • Jerami busuk tersebut diletakkan di atas tanah lapang.
  • Semprot jerami dengan cairan formula MSG 3 secara merata.
  • Jemur selama 2-3 jam (apabila hujan, tutup dengan terpal).
  • Setelah kering, balik jerami tersebut kemudian semprot kembali dan diamkan sampai kering.
  • Ulangi langkah 2-4 sampai jerami berubah warna coklat.
3. Pembuatan Kompos dari Sampah
  • Gunakan sampah organik.
  • Hancurkan sampah organik menggunakan alat penghancur.
  • Setelah halus, jemur sampah di tanah lapang dengan ketebalan 10 cm.
  • Semprot sampah dengan cairan Formula MSG 3 secara merata.
  • Jemur selama 2-3 jam (apabila hujan, tutup dengan terpal).
  • Setelah kering, balik sampah tersebut kemudian semprot kembali dan diamkan sampai kering.
  • Ulangi langkah 2-4 sampai sampah organik berubah warna coklat.

Previous
Next Post »