Pembuatan Kompos Jerami dengan dekomposer Formula MSG 3

Permasalahan pupuk hampir selalu muncul setiap tahun di negeri ini. Permasalahan tersebut antara lain adalah kelangkaan pupuk dimusim tanam dan harga pupuk yang cenderung meningkat. 

Tanpa disadari bahwa penggunaan pupuk kimia secara intensif dapat menyebabkan kesuburan tanah dan bahan organik tanah semakin menurun. 

Sebagaimana diketahui bahwa manfaat pupuk organik adalah meningkatkan struktur tanah, mengurangi erosi, menahan pemadatan, meningkatkan mengatur dan menstabilkan ph,  menyehatkan tanah dan menekan perkembangan penyakit tanaman.

Jerami adalah bagian dari tanaman padi yang tersisa setelah proses pemanenan usai. Bagi petani jerami biasanya dimanfaatkan sebagai pakan ternak. 

Namun tidak banyak yang hanya meninggalkan jerami begitu saja di pematang sawah dan dibakar. Pengetahuan tentang kandungan jerami dan manfaat jerami masih sangat minim di kalangan petani. 

Di Indonesia rata-rata kadar hara jerami padi adalah 0,4%N, 0,02% P; 1,4% K; dan 5,6 Si.  Untuk setiap 1 ton gabah (GKG) dari pertanaman padi dihasilkan pula 1,5 ton jerami yang mengandung 9 kg N, 2 kg P, 25 kg K, 2 kg S, 70 kg Si, 6 kg Ca dan 2 kg Mg.

Jerami padi dapat dijadikan sebagai bahan baku pembuatan pupuk organik (kompos). Jika petani menganggap jerami menyulitkan dalam pengolahan menggunakan traktor maka lebih baik dibuat kompos saja. 

Untuk membuat kompos yang berkualitas, diperlukan decomposer yang sesuai dengan tujuan pemberian kompos. 

Jika menginginkan kompos untuk menyuburkan tanah sekaligus mengendalikan hama penyakit, khususnya penyakit yang disebabkan oleh jamur, maka dapat digunakan Formula MSG 3 yang bisa mengurai jerami menjadi kompos dalam waktu 1x24 jam.

Waktu pengomposan sebaiknya segera dilakukan setelah panen, yaitu sehingga kompos tersebut dapat digunakan pada saat persemaian atau pada saat penyiapan bibit. Kompos selain dibuat dari jerami dapat juga dibuat dari seresah atau sisa-sisa tanaman lainnya misalnya rumput-rumputan, sisa-sisa daun ataupun tanaman lainnya.

Lokasi pengomposan dilakukan di petak sawah yang akan diaplikasi atau dipetak dimana jerami tersebut disimpan. Lokasi sebaiknya dipilih dekat dengan sumber air, karena pembuatan kompos membutuhkan banyak air. 

Lokasi juga dipikirkan untuk kemudahan saat aplikasi. Jika petak sawah cukup luas sebaiknya di buat di beberapa tempat yang terpisah.


Pembuatan Kompos dari Jerami dengan dekomposer Formula MSG 3
Jerami yang akan dibuat kompos terlebih dahulu dibusukkan dengan cara direndam air selama 2 minggu di sawah atau untuk pakan ternak dan besok pagi menjadi kotoran kemudian bisa dibuat kompos sesuai dengan pembuatan kompos dari kotoran ternak.
1. Jerami busuk tersebut diletakkan di atas tanah lapang.
2. Semprot jerami dengan cairan formula MSG 3 secara merata.
3. Jemur selama 2-3 jam (apabila hujan, tutup dengan terpal).
4. Setelah kering, balik jerami tersebut kemudian semprot kembali dan diamkan sampai kering.
5. Ulangi langkah 2-4 sampai jerami berubah warna coklat.

Pupuk kompos yang sudah matang mempunyai ciri:
1. Warna jerami cokelat kehitaman
2. Tekstur lunak
3. Suhu pengomposan sudah kembali seperti suhu awal pengomposan
4. Volume menyusut
5. Tidak lagi berbau menyengat

Previous
Next Post »