Solusi Menanam di Musim Kemarau dengan Menggunakan Agrigel sebagai Campuran Media Tanam

Musim kemarau selalu menyisakan kenangan tersendiri bagi para petani, entah itu kenangan yang menyedihkan ataupun sedikit membahagiakan. Bagi para petani yang mengandalkan lahan tadah hujan pastinya sedikit tersiksa, karena mereka kesulitan untuk menemukan sumber mata air terdekat untuk mengairi lahan sawah mereka.



Terlebih musim kemarau tahun ini yang terbilang panjang. Tahun sebelumnya di bulan September sudah mulai turun hujan, namun tahun ini hingga awal Oktober pun baru beberapa daerah di Indonesia yang sudah turun hujan.

Oleh sebab itu, petani perlu sedikit cerdas dalam menyikapi hal ini. Agar wilayah tadah hujan dapat sedikit bermanfaat pada musim kemarau, sehingga tidak hanya bergantung pada air hujan. 

Salah satu alternatif yang dapat dilakukan petani sawah tadah hujan yaitu dengan menggunakan Agrigel yang merupakan super absorbent polimer (polimer penyerap super) disingkat SAP. Penggunaan Agrigel ini sangat mudah dan begitu banyak manfaatnya dalam dunia pertanian maupun perkebunan.

Manfaat pemberian Agrigel ini salah satunya adalah menghemat penggunaan air. Agrigel ini dapat menyerap air 100 hingga 200 kali dari massanya sendiri. Penyerapan yang sangat besar ini tidak langsung dilepaskan ke seluruh lingkungan tanaman. Pelepasan air yang dilakukan Agrigel ini perlahan-lahan.

Agrigel akan melepaskan air jika dibutuhkan oleh tanaman dan tanah. Jika lingkungan dalam keadaan terbasahi sempurna Agrigel akan menampungnya terlebih dahulu. Namun jika lingkungan mulai kekurangan air, maka Agrigel akan melepaskan pasokan air yang tersimpan secara perlahan.

Penggunaan air ini dapat dihemat hingga 50-70% dan dapat mengurangi frekuensi penyiraman. Sangat hemat bukan? Untuk itu, bagi para petani tidak usah bingung lagi sekarang jika musim kemarau datang.

Pasokan air yang digunakan untuk menyiram tanaman di musim kemarau dapat disimpan lebih lama karena media tanam yang dicampur Agrigel akan menampung air dalam tanah dalam jumlah yang besar dan waktu yang cukup lama.

Selain menyimpan air, Agrigel juga dapat menyimpan nutrisi tanaman lebih lama. Sehingga kebutuhan nutrisi tanaman akan terjaga dengan baik. 

Aplikasi AgriGel ada dua cara yaitu:

1. Aplikasi kering (dry application),
Pertama membuat lubang melingkar mengelilingi pokok tanaman sedalam 10-30cm kemudian Agrigel ditabur merata pada tanah yang telah dipersiapkan untuk penanaman tersebut dan tutup kembali dengan tanah, setelah itu siram degan air secara merata. 

Metode ini menjamin keuntungan yang berjangka panjang. Setelah polymer menyerap air, struktur tanah akan semakin baik & kemampuan tanah untuk menampung air akan naik.

2. Aplikasi Basah (pre-hidrated),
Agrigel  pertama-tama harus direndam dalam air sebanyak 100 – 200 kali berat polymer dengan dosis takaran yaitu 10 gram Agrigel direndam dalam air sebanyak 2 liter dan dibiarkan selama 10 – 20 menit sampai Agrigel menyatu dengan air yang akan berbentuk butiran Kristal. 

Setelah menjadi butiran maka dapat langsung dimasukan ke tempat tanaman pokok/ polybag/ media tanam lainnya, jika pemakaian langsung di tanah, maka bisa langsung dimasukan kedalam lubang yag telah dibuat untuk penanaman dan kemudian ditutupi kembali dengan tanah agar polymer tidak rusak karena kontak langsung dengan sinar ultraviolet.

Demikian solusi menanam di musim kemarau dengan memberikan Agrigel sebagai campuran media tanam yang dapat kami sampaikan. Semoga tulisan ini dapat bermanfaat bagi pembaca sekalian.

Previous
Next Post »